KOTA MAKASSAR

JOIN Sulsel Desak Evaluasi Manajemen RSUD Labuang Baji, Terkait Penolakan Pasien Miskin

BeritaTuntas.com. Makassar.- Tak ada aral melintang, Pengurus JOIN Sulsel gelar aksi solidaritas terhadap perlakuan yang diterima Darmayadi, seorang jurnalis oleh manajemen RS Labuangbaji. Anak anggota Ikatan Wartawan Online (IWO) nyaris merengang nyawa tak mendapat pelayanan medis.

Ketua JOIN Sulsel, Rifai Manangkasi kepada media menjelaskan, aksi dilakukan sebagai ujud solidaritas profesi. “Mari, kita mulai dari Makassar usung solidaritas profesi tanpa tendensi,” ujar mantan Wakil Rektor III salah satu PTS.

Lebih jauh dijelaskan, tindakan penolakan memberikan petolongan medis terhadap Adriansyah, anak Darmayadi seorang jurnalis di Makassar telah mengkhianati kode etik kedokteran.”Selain meminta pencopotan juga akan giring kasus ini ke sidang kode etik kedokteran,” tambah Rifai.

Selain itu, kata Rifai, JOIN akan mendesak Komisi Perlindungan Anak mempersoalkan kelakuan buruk manajemen RS Labuangbaji. “Tak boleh nyawa anak kami diukur dengan prosedure dan biaya yang timbul dari pelayanan medis,” tegasnya.

Rifai menyesalkan sangat anak jurnalis dicampakkan hanya dalih biaya pengobatan. “Kami sadar jika masih ada diantara jurnalis hidup dibawah standar kelayakan tapi jangan pernah berfikir banyak jurnalis yang bisa menalangi biaya pengobatannya,” ujar Rifai dengan nada tinggi.

Senin, JOIN Sulsel akan mendatangi Dinas Kesehatan Sulsel dan KPA Sulsel minta pertanggungjawab atas sistem pelayanan medis di RS Labaungbaji. “Kami berharap teman-teman jurnalis luangkan waktu untuk ikut serta,” tutup Rifai 26/08/17 13.09.13: +62 813‑5581‑4998: Pasien Miskin Ditolak di RSUD Labuang Baji, JOIN Sulsel Gelar Aksi

JOIN Sulsel Kutuk Manajemen RSUD Labuang Baji

Tak ada aral melintang, Pengurus JOIN Sulsel gelar aksi solidaritas terhadap perlakuan yang diterima Darmayadi, seorang jurnalis oleh manajemen RS Labuangbaji. Anak anggota Ikatan Wartawan Online
(IWO) nyaris merengang nyawa tak mendapat pelayanan medis.

Ketua JOIN Sulsel, Rifai Manangkasi kepada media menjelaskan, aksi dilakukan sebagai ujud solidaritas profesi. “Mari, kita mulai dari Makassar usung solidaritas profesi tanpa tendensi,” ujar mantan Wakil
Rektor III salah satu PTS.

Lebih jauh dijelaskan, tindakan penolakan memberikan petolongan medis terhadap Adriansyah, anak Darmayadi seorang jurnalis di Makassar telah mengkhianati kode etik kedokteran.”Selain meminta
pencopotan juga akan giring kasus ini ke sidang kode etik kedokteran,” tambah Rifai.

Selain itu, kata Rifai, JOIN akan mendesak Komisi Perlindungan Anak mempersoalkan kelakuan buruk manajemen RS Labuangbaji. “Tak boleh nyawa anak kami diukur dengan prosedure dan biaya yang
timbul dari pelayanan medis,” tegasnya.

Rifai menyesalkan sangat anak jurnalis dicampakkan hanya dalih biaya pengobatan. “Kami sadar jika masih ada diantara jurnalis hidup dibawah standar kelayakan tapi jangan pernah berfikir banyak jurnalis
yang bisa menalangi biaya pengobatannya,” ujar Rifai dengan nada tinggi.

Senin, JOIN Sulsel akan mendatangi Dinas Kesehatan Sulsel dan KPA Sulsel minta pertanggungjawab atas sistem pelayanan medis di RS Labaungbaji. “Kami berharap teman-teman jurnalis luangkan waktu
untuk ikut serta,” tutup Rifai.

—–Baca Juga—–

Berita Terkait

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top