KABUPATEN PINRANG

Sistem PPDB Dianggap Sebagai Penyebab Puluhan Siswa Terancam Putus Sekolah di Pinrang

BeritaTuntas.com. Pinrang. Pasca di terapkanya Sistem PPDB oleh Dinas Pendidikan Sulsel membuat persoalan besar di kabupaten kota. Sebanyak lebih dari 80 anak di Kecamatan Batulappa dan Patampanua Pinrang yang terancam putus sekolah.

Dalam Sistem PPDB ini, Dinas Pendidikan Sulsel menetapkan jarak maksimal rumah calon siswa dengan sekolah, ini berakibat banyaknya calon siswa tak lolos dalam seleksi di SMAN 5 Pinrang yang berlokasi di Kelurahan Benteng Kecamatan Patampanua.

Banyaknya jalur masuk yang diterapkan oleh Pemprov Sulsel untuk penerimaan SMA menjadi penyebabnya.

Kent Mukti Ali, selaku Ketua Komite SMAN 5 Pinrang, mengungkapkan, saat ini orang tua siswa kebingugan untuk menyekolahkan anak mereka, Tak ada lagi tempat untuk menyekolahkan anaknya.

Alasanya, sekolah dengan jarak terdekat hanya berada di SMAN 5 Pinrang saja. Anak-anak baik dari perbatasan Pinrang-Enrekang serta desa pegunungan di Kecamatan Batulappa hanya mendaftar di satu sekolah saja.

“Tidak ada lagi sekolah lain. Kalau ke kota jauh sekali. Tidak mungkin juga sekolah di kabupaten lain, padahal mereka orang Pinrang,” ungkapnya,

Padahal tahun-tahun sebelumnya belum pernah ada yang seperti ini. Semua siswa pun tertampung, baik dari kecamatan Patampanua dan kecamatan Batulappa.

Andaikan jumlah sekolah cukup, tak masalah. Persoalannya, jumlah SMA di Pinrang terbatas hanya satu di setiap kecamatan saja.

“Para Orang tua siswa pun mengancam akan melakukan demo. Saya juga rencana mau PTUN-kan peraturan Gubernur soal PPDB Online, ini hak siswa untuk mendapat pendidikan yang layak,” tambah pria yang juga menjabat sebagai Kabag Pemerintahan Pemkab Pinrang ini.

Kepala UPTD Pendidikan Pinrang Disdik Sulsel, Muh Arafah, sementara mengomunikasikan ini dengan Pemprov Sulsel. pihaknya pun meminta agar orang tua bersabar

—–Baca Juga—–

Berita Terkait

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top