OPINI

KEMENANGAN AGUNG Oleh Fikri Suadu

MAYA, ILUSI DAN KEPALSUAN
dr. Fikri Suadu, M.Si (Pendidikan Dokter Umum Universitas Samratulangi Manado; Magister Psikologi Universitas Indonesia)

KEMENANGAN AGUNG Oleh Fikri Suadu : Tak diperoleh melalui kekuasaan, karena tak jarang tampuk kekuasaan justru menghinakan pemiliknya. Tak melekat pada jabatan yang dalam banyak hal justru membuat lupa diri yang menyandangnya.

Bukan juga lewat kemenangan di medan pertempuran yang justru menelah banyak jiwa tak berdosa. Apalagi pertempuran bermotif adu gengsi demi mendapatkan pengakuan sebagai “paduka raja” termulia. Mengejar superioritas diantara para raja demi menjadi satu-satunya yang paling berkuasa.

Kemenangan yang mustahil dijumpai dalam dunia politik bersendikan kecurangan, tipu menipu, “money politic”, yang menghalalkan segala cara. Tanpa sedikitpun mempedulikan apakah sosok yang diusung hanya sekadar boneka para bandar penguasa dunia, “yes man” yang taat patuh pada majikannya. Mengiyakan segalanya demi tepuk tangan pemujanya. Otoritasnya terletak di ujung lidah mereka yang menjamin mahkotanya.

Tidak diukur oleh tumpukan kekayaan yang mampu membeli segala kesenangan dunia, bahkan menggugurkan esensi kemanusiaan manusia. Keagungan yang tak ditentukan oleh kepemilikan atas banyaknya bangunan indah dan jejeran para selir jelita.

Juga bukan oleh banyaknya titel yang berderet di depan dan belakang nama. Tak terhitung guru besar yang karirnya berakhir di balik jeruji penjara akibat perbuatan tercela. Terpedaya keinginan menjadi pesohor ternama.Apalagi hanya sorak sorai pemuja yang nampak indah melalui sorotan kamera penuh gegap gempita.

dr. Fikri Suadu, M.Si  (Pendidikan Dokter Umum Universitas Samratulangi Manado; Magister Psikologi Universitas Indonesia)

Berita Terkait

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top