BERITA TERKINI

Bocah Diduga Keracunan Asap Pabrik AMP Matua,Paper Enrekang Mendesak Pemerintah Menghentikan Oprasional Pabrik

Kondisi Terkini Bocah Mikaela yang Diduga Sakit karna Terlalu Banyak menghirup Asap Pabrik Aspal AMP Matua

BeritaTuntas.com.- Bocah Mikaela yang bermukim di Kampung Matua Enrekang Diduga Keracunan Asap Pabrik Mikaela bocah berusia 4 tahun ini  terpaksa harus dilarikan ke Puskesmas Alla karena diduga keracunan asap pabri Asphalt Mixing Plant (AMP) yang terletak di Kampung Matua Kelurahan Buntu Sugi Kecamatan Alla Kabupaten Enrekang.

Bocah Mikaela mengalami gejala mual, muntah dan pusing serta demam tinggi. Pabrik milik PT Nindya Sehatera KSO itu kembali beroperasi sejak Senin (16/1) setelah sempat di tutup dua bulan lalu oleh warga setempat akibat asap yang ditimbulkan olehparbrik yang sangat menyengat dan berlebihan . Pengoperasian itu dilakukan pasca adanya sosialisasi yang dilakukan oleh pihak perusahaan dengan pihak Pemerintah Kabupaten enrekang yang  dihadiri langsung oleh Bupati Enrekang H. Muslimin Bando.

Elen ibu kandung Mikela yang ditemui dikediaman orang tuanya mengatakan jika anaknya bukan baru kali ini terserang penyakit yang sama. “Dulu juga pernah mengalami sakit yang sama waktu beroperasi,” kata Elen sembari mengatakan setelah banyaknya korban yang mengalami penyakit sama, dirinya bersama warga setempat menghentikan pengoperasian AMP.

“Kita langsung ke lokasi minta hentikan pabriknya beroperasi,” ujarnya. Namun lanjutnya setelah sosialisasi yang di hadiri bupati, pabrik aspal kembali beroperasi. “Saat berjalan beberapa jam saja, anak saya langsung pusing,” jelasnya sembari menambahkan jika bukan hanya anaknya yang mengalami mual saat itu, tapi sebagian besar pengunjung mengalami hal yang sama. “Rata-rata orang yang berkunjung dalam kondisi pabrik jalan itu mual-mual,” ungkapnya.

Akibat sakit yang diderita Mikaela , dirinya terpaksa mengungsi ke rumah orang tuanya yang terletak di Pebaloran. “Anak saya terpaksa saya bawa ke rumah orang tua saya. Kami tinggal di sana karena rumah kami sudah berbau asap tak sedap,dan tidak layak di huni lagi oleh manusia normal. ” katanya lagi.

Lokasi Pabrik Asphalt Mixing Plant (AMP )

Sementara itu Rahmawati Karim Ketua Paper Enrekang  yang Juga Aktivis  Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK) Enrekang  sangat menyayangkan sikap pemerintah yang memberikan izin untuk operasional. Apalagi lanjutnya pendirian pabrik AMP terletak di sekitar pemukiman warga. “Luar biasa pemerintah yang memberikan izin bangunan pabrik aspal di tengah pemukiman warga itu. Aturan apa yang digunakan pemerintah,” kesal Rahma dan menambahkan jika seharusnya pemerintah dalam mengambil kebijakan memperhatikan dampak yang akan ditimbulkan. Ia mendesak pemerintah agar segera menindaklanjuti keluhan warga. Pabrik AMP yang telah mengganggu kesehatan warga sekitar tidak ada lagi tawar-menawar untuk tidak dihentikan beroperasi. “Apalagi ini juga mengganggu perekonomian warga setempat,” tutup Rahma (RED BT)

Berita Terkait

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top