HUKUM

Sakit Hati Kepada Polisi, Pria Ini Menyebar Video Pembakaran Motor Polisi Di Alauddin Makassar

BeritaTuntas.com.Makassar.- Usai Mengamankan pelaku penyebaran Video Provokatif Pembakaran Motor Polisi, kini pelaku sedang dalam penyidikan pihak Polda Sulsel, guna untuk mendalami peran tersangka atas kasus yang menimpanya.

Dalam penyidikan tersebut Pendidik Dit reskrimus Polda Sulsel berhasil mengugkap alasan pelaku menyebarkan video provokatif pembakaran motor polisi di Alauddinmakassar tersebut

Dari keterangan tersangka polisi berhasil mengugkap alasan yang bersangkutan menguggah dan membagikan Video tersebut, Pelaku mengunggah dan menyebarkan video provokatif dan informasi palsu karena hanya Iseng dan bertepatan dengan momen Operasi Zebra

Pembakaran Motor Polisi

Pelaku Saat Memperliatkan Barang Bukti yang Digunakan Saat Menggunggah Video

Namun setelah menggali lebih dalam terhadap keterangan tersangka diketahui bahwa tersangka pernah diberhentkan oleh Satuan Polisi Lalu Lintas pada saat berkendara dan seolah-olah mencari kesalahan pelaku namun pada saat itu pelaku memiliki surat-surat yang lengkap selanjutnya tanpa diminta pelaku berinisiatif sendri untuk memberi uang sebesar Rp. 20.000 (dua puluh ribu rupiah) terhadap personil Kepolisian Lalu Lintas disekitar daerah gilimanu-jembrana Provinsi Bali agar tidak dipersulit, pada saat itulah pelaku kemudian merasa sakit hati sehingga pelaku sering memposting video-video kegiatan operasional Satuan kepolisian Lalu Lintas dengan caption/keterangan negatif di sosial media

Adapun barang bukti yang ikut di amankan dari tersangka berupa 1 (satu) unit Hp Merek SAMSUNG J7, dan Akun Facebook atas nama FENDY yang di gunakan pelaku menyebarkan Video provokatif tersebut.

 

Pembakaran Motor Polisi

Pelaku Saat menjelaskan Alsannya Menggunggah Video

 

Akibat dari perbuatan tersangka Pelaku dikenai pasal Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 45A ayat (2) UU RI No. 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik, dimana Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) .

Dengan Ancaman Pidana paling lama 6 (enam) Tahun dan atau denda palng banyak Rp. 1.000.000.000,- (Satu Milyar Rupiah)

—–Baca Juga—–

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BeritaTuntas.com Merupakan Situs Portal Berita Online Yang Menyajikan Merita Terbaru, Terhangat,Dan Terpercaya Seputar Peristiwa Terkini Dengan Berbagai Macam Topik Pembahasan Mulai Dari Hukum ,Ekonomi Bisnis,Politik,Pilkada,Hiburan,Teknologi,dan Berbagai Opini dari Para Tokoh di Segala Bidang.

To Top