HUKUM

Polda SulSel Tetapkan Kadis Kesehatan Enrekang Sebagai Tersangka Korupsi Pembangunan Rumah Sakit Pratama Enrekang (Sudu)

BeritaTuntas.com. Makassar.- Kepala Dinas Kadis Kesehatan Enrekang, Dr. Marwan Ahmad di tetapkan sebagai tersangka, dalam kasus pembangunan Rumah Sakit Pratama Kabupaten Enrekang (Sudu).

Dengan Di tetapkanya Kepala dinas kesehatan Enrekang menjadi tersangka, total tiga pejabat Pemkab Enrekang di bawah kepemimpinan Muslimin Bando sudah di tetapkan menjadi tersangka korupsi, sebut saja Kadis Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Enrekang Hardi yang di tetapkan sebagai tersangka korupsi proyek bak sampah, Sekwan DPRD kabupaten Enrekang Sangkala Tahir yang di tetapkan tersangka beserta tiga anggota DPRD Enrekang.

Menurut Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani, Dr. Marwan Ahmad telah ditetapkan tersangka dalam kasus itu, karena kapasitasnya sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dalam proyek pembangunan Rumah Sakit Pratama Kabupaten Enrekang (Sudu)

Lanjut Kombes Dicky, dalam kasus ini tidak hanya menetapkan kepala Dinas kesehatan sebagai tersangka, tetapi juga dua pelaksan proyek pembangunan Rumah Sakit Pratama Kabupaten Enrekang (Sudu).

“Yang bersangkutan (Marwan) tidak sendiri, ada lagi dua orang yang ditetapkan tersangka, dua orang itu ialah pelaksana dalam proyek pembangunan rumah sakit itu,” ungkap Kombes Pol Dicky, Senin (3/7/2017).

Adapun kedua pelaksana yang ditetapkan sebagai tersangka. adalah, Ir. Andi Kilat sebagai Direktur di PT. Haka Utama dan Sandi Dwi Nugraha sebagai Direksi di PT. Haka Utama dalam pembangunan itu.

Sebagai mana di ketahui Pembangunan RS Pratama di Kabupaten Enrekang ini sudah dimulai pembangunan sejak tahun 2015. Dimana, pembangunan itu memakan dari PAGU anggaran sebesar Rp. 4.738 milyar, bersumber dari APBD.

PT. Haka Utama menjadi pemenang Proyek ini, sesuai Nomor : 15 / KONTRAK / PENG. RS Pratama / DKE / XI / 2015 tanggal 9 November 2015 dengan Kontrak sebesar Rp 4.566.800 milyar rupiah.

Apapun dasar dari penetapan ketiga tersangka tersebut adalah, adanya pemberian uang sebesar Rp. 80 juta dari tersangka Sandi Dwi Nugraha kepada Ir. Andi Kilat sebagai tanda terima kasih. Selain itu Sandi pun diduga yang menggantikan personil inti serta peraltan yang ditawarkan oleh Pt. Haka Utama tanpa sepengetahuan dan pertujuam dari PPK, PPTK, dan juga konsultan pengawas pembangunan.

“Diduga kuat adanya praktek korupsi pada pembangunan rumah sakit, karena sesuai analisa pengguna alat proyeknya itu sampai dibayar seperti truk dan alat berat lain pengangunan,” terang Dicky.

Selain pemberian uang, proyek ini juga mengalami keterlambatan penyelesaian dari waktu yang di tetapkan, mendapat penambahan waktu pekerjaan selama 56 hari dan juga mendapat denda keterlabatan sampai pada angka Rp. 255.740.800 rupiah.

ketiga tersangka tersebut ditetapkan sebagai tersangka atas dasar Pasal 2 Ayat (1) Subs. Pasal 3 Undang Undang nomor 31 tahun 1999, Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dalam UU nomor 20 tahun 2001

Hasil perhitungan kerugian negara oleh BPKP Perwakilan Sulsel diperoleh hasil perhitungan sebesar Rp 1.077.878.252, 65 milyar.

—–Baca Juga—–

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BeritaTuntas.com Merupakan Situs Portal Berita Online Yang Menyajikan Merita Terbaru, Terhangat,Dan Terpercaya Seputar Peristiwa Terkini Dengan Berbagai Macam Topik Pembahasan Mulai Dari Hukum ,Ekonomi Bisnis,Politik,Pilkada,Hiburan,Teknologi,dan Berbagai Opini dari Para Tokoh di Segala Bidang.

To Top