HUKUM

Bupati Ini Bilang “Potong Anunya”, Terkait Kasus Siaran Langsung Ayah Berhubungan Intim dengan Anak

Siaran Langsung Ayah Berhubungan IntimBeritaTuntas.com.- Kutai Kartanegara. Setelah medengar adanya kasus pedofilia atau Siaran Langsung Ayah Berhubungan Intim dengan Anak,yang terjadi di wilayahnya, Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari marah besar, kasus ini terjadi di Kembang Janggut, Kukar, Kalimantan Timur (Kaltim).

Rita Widyasari pun habis pikir ada seorang ayah yang tega menyetubuhi anak kandung dan keponakannya sendiri sambil direkam dan disiarkan secara langsung. bahkann Adegan panas ayah dan anak itu ditonton di berbgai negara di dunia.

“Saya orang yang paling terluka mendengar kabar seperti ini. Saya pikir di zaman modern ini tidak ada manusia yang berperilaku seperti binatang,” Rita Widyasari.

“Saya meminta mereka dihukum berat. Kalau perlu potong itunya (alat kelamin tersangka),” tegas Rita Widyasari, seperti dilansir prokal.co Selasa (9/5/2017).

DA merupakan asisten kepala di salah satu perusahaan kelapa sawit di Kukar, Kaltim.

Pria berinisial DA alias AG (41), merupakan warga Kecamatan Kembang Janggut, Kukar Kaltim. Aksi asusila yang di lakaukan DA kepada anaknya sendiri sudah berlangsung bertahun-tahun.

Tak hanya menyetubuhi anak kandung, dia juga mencabuli keponakannya. Bahkan, DA merekam adegan mesum tersebut lalu dipertontonkan secara live streaming ke sejumlah negara.

Tim Reaksi Cepat Perlindungan Anak Provinsi Kaltim, Adji Suwigno mengaku sudah berkoordinasi dengan tim dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pusat untuk mengusut kasus tersebut.

Kasus ini, menurutnya tidak hanya menjadi perhatian nasional tetapi juga internasional. Maka penanganannya juga harus cepat dan tepat. Sehingga jangan sampai tidak ada proses pendampingan atau sampai salah penanganan.

Menurut Adj Korban akan segera direhabilitasi serta diberi pendampingan khusus. Saat ini, pihaknya masih berupaya melakukan koordinasi dengan pihak perusahaan tempat tersangka bekerja untuk dilakukan pendampingan.

“Kita juga mengantisipasi adanya dampak yang dialami oleh para korban, baik secara medis maupun pisikis. Sebab, ini juga telah menjadi perhatian dunia. Nanti akan ada metode khusus untuk melakukan rehabilitasi korban,” ujar Adji.

(*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BeritaTuntas.com Merupakan Situs Portal Berita Online Yang Menyajikan Merita Terbaru, Terhangat,Dan Terpercaya Seputar Peristiwa Terkini Dengan Berbagai Macam Topik Pembahasan Mulai Dari Hukum ,Ekonomi Bisnis,Politik,Pilkada,Hiburan,Teknologi,dan Berbagai Opini dari Para Tokoh di Segala Bidang.

To Top